Rabu, 19 Juni 2013

My Lady(Cerita2)


Cerita 2(Stupid Girl)


Keesokan harinya setelah hari yang aneh itu, aku sangat capek. Aku sepertinya sakit. Aku agak pusing saat terbangun dari tidurku. Aku tidak tau kenapa pelayan wanita masuk ke kamarku dan membawakanku obat. Apa mereka tau aku sakit?? Tapi dari mana mereka tau?
Setelah aku meminum obatku, pelayan itu memintaku untuk tidak pergi ke sekolah. Tetapi, aku menolak. Aku masuk ke toilet dan mandi. Aku tidak mau bolos satu hari meskipun itu sakit. Aku tidak suka. Aku memang perempuan bodoh!!
Setelah mandi dan bersiap-siap. Aku sarapan dan pergi ke sekolah. Sebenarnya saat sarapan tadi, Ryosuka menatapku seakan ada yang aneh, apakah dia mengkhawatirkanku yang sedang sakit??
“ hey, kenapa kamu masuk sekolah kalau kamu sakit??” Tanya Ryosuka.
“ peduli apa kamu?? Kamu hanya peduli dengan Rui kan??” Kataku.
“ jangan memulai pertengkaran.” Katanya mengakhiri pembicaraan.
Akhirnya, aku sampai di sekolah. Setelah aku memasuki ruang kelasku, teman-temanku mendatangiku dan bertanya apakah aku sakit?? Dengan ceria aku menjawab, tidak. Aku tidak sakit.
“ Amika, kamu serius kamu tidak apa-apa??” Tanya Souta.
“ Souta?? Tidak apa-apa, aku hanya lelah.” Jawabku langsung tersenyum.
“ Kamu,, kamu jadikan pergi denganku hari Sabtu??” Tanya Souta.
“ tentu, kenapa tidak??”
“ ehm.. calon istri seorang anak dari pengusaha mau pergi dengan sepupunya?? Apa itu tidak akan menjadi gossip??” Kata sahabatku.
“ bagaimana dengan Ryosuka yang akan pergi dengan Rui hari Sabtu ini??” Kataku menarik tangan Rui yang ada di belakangku dan pergi ke aula tertutup sekolah.
Sesampainya aku dan Rui pergi ke aula sekolah. Aku berbicara serius dengan Rui.
“ Rui, kamu menyukai Ryosuka??” Tanyaku.
“ ia. Aku menyukai dia. Kenapa?? Dia masih pacarku” Kata Rui.
“ kamu taukan bulan depan aku akan menikah dengan Ryosuka. Apa kamu masih jadi pacarnya??” Tanyaku.
“ ia. Kenapa?? Kamu tidak suka?? Dan juga satu hal lagi, kamu tidak pantas menjadi istri Ryosuka.” Kata Rui.
“ aku tau aku gak pantes, aku memang perempuan bodoh!! Tapi salahkan papa kamu yang meninggal. Kamu memang tidak jodoh dengan Ryosuka. Mengerti??” Kataku.
“ kamu memang perempuan bodoh, jadi apa maumu?? Aku jauh dari Ryosuka?? Hari Sabtu ini aku akan keluar dengannya. Aku akan mencium bibirnya.” Kata Rui mendekat ke telingaku.
“ kamu perempuan murahan?? Kamu mau mencium tunangan orang??” Kataku marah.
“ kamu yang perempuan murahan yang dekat dengan Souta, berduaan ditempat sunyi, apa lagi kalau ada sesuatu yang dilakukan??”
“ pikiran dan hati aku bersih, gak kotor seperti kamu” Kataku menunjukknya.
“ oh, lagi pula Ryosuka pasti akan menerima ciuman itu, dia menyukaiku, bukan kamu” Kata Rui balas menunjukku.
“ Rui, tolong, jangan seperti…………” Perkataanku berhenti, saat itu aku jatuh pingsan. Tetapi, aku tak menyadari, Souta datang bersama Ryosuka tetapi, hanya Souta yang menolongku. Ternyata mereka mendengar perkataanku dengan Rui.
“ lepas, biar aku saja yang bawa.” Kata Ryosuka menyuruh Souta. Souta tidak menjawab, dia langsung melepasku dan Ryosuka membawaku pergi ke UKS.
“ dia bahkan tidak melihatku, dia mengganggap aku tidak ada. Kenapa dia tidak menoleh kepadaku?” Kata Rui ke Souta.
“ perkataan kamu membuat Ryosuka membenci dirimu. Menerima ciuman itu karena dia menyukaimu??? Jangan bermimpi, dia tidak akan datang.” Kata Souta.
“ memang bukan?? Memang dia akan menerima ciumanku??” Kata Rui.
“ terserah padamu saja” Kata Souta pergi.
Setelah setengah jam berlalu, aku tersadar. Aku pucat, aku lelah, aku lemas. Aku tidak tau apa yang terjadi. Aku tidak mungkin sakit. Aku tidak mau sakit.
“ makanya, kalau aku bilang gak usah sekolah, ya gak usah” Kata Ryosuka.
“ aku mau datang, karena 1 alasan. Aku mau bertemu dengan Rui” Kataku.
“ kenapa?? Aku juga tidak akan datang hari Sabtu. Ciuman? Dasar perempuan murahan” Kata Ryosuka.
“ apa?? Kamu tidak akan datang??” Kataku.
“ ia,, memangnya kamu pikir aku cowok apa yang mau dicium seenaknya sama cewek??” Kata Ryosuka.
“ tapi biar bagaimanapun aku harus pergi dengan Souta, aku harus berbicara dengannya” Kataku dalam hati.
“ sudah baikan?? Kalau sudah aku akan mengantarmu pulang.” Kata Ryosuka menggendongku.
“ hey,, jangan menggendongku seperti itu, aku bisa jalan” Kataku.
“ diam saja, kamu pikir siapa yang menggendongmu ke UKS?? Kamu pikir badanmu ringan??” Kata Ryosuka. Akupun tersenyum.
Semua orang memandangku dan Ryosuka karena menggendongku. Apalagi Rui dan Souta, mata mereka tajam sekali, aku jadi takut nih.
Setelah sampai dirumah, Ryosuka membaringkanku di tempat tidurku dan dia duduk di sofa sebelah tempat tidurku. Aku tidak berkutik saat itu, aku sedang tertidur. Ryosuka mengambil buku dan membacanya sambil menungguku terbangun. Ryosuka ternyata orangnya baik yah.
Malam pun tiba, aku teringat, hari ini hari Sabtu, aku harus bagaimana?? Sepertinya Ryosuka sedang pergi, akhirnya aku bersiap-siap tanpa diketahui siapa-siapa, setelah itu aku meminta supir untuk mengantarku, karena aku putrid, dia mematuhi perintahku. Aku sempat menelfon Souta, dia ternyata ada di tempat janjian kita berdua.
“ Souta, kamu lama menunggu??” Tanyaku pada Souta.
“ tidak” Jawab Souta
“ Rui?? Apa yang kamu lakukan disini??” Kataku
“ apa kamu bodoh?? Tanya saja Souta, dia yang mengajakku” Kata Rui.
“ bukannya kamu sakit??” Tanya Souta.
“ tidak, aku sudah sembuh. Tapi, kenapa Rui ada di sini??” Tanyaku kepada Souta.
“ aku sudah tau apa yang kamu ingin tanya hari ini. Soal Grup Noromuka kan? Kamu tidak tau kenapa kamu bisa jadi istri Ryosuka??” Tanya Ryosuka.
“ tidak” Jawabku.
“ alasannya, orang tua kamu anggota grup, terutama ibu kamu, kalau aku ayahku. Jika Mama kamu meninggal, kamu tidak akan dijodohkan dengan anak pemimpin grup itu, tetapi Papa aku meninggal. Secara aku lebih tua bebrapa bulan darimu, jadi sebenarnya aku yang dijodohkan dengan Ryosuka, tetapi dia meninggal, jadi aku digantikan olehmu, sepupu aku.” Kata Rui.
“ dan, sebenarnya kalau tidak ada yang meninggal ataupun tidak ada yang tidak setuju, aku yang dijodohkan denganmu.” Kata Souta.
“ kenapa aku harus terlibat?? Semuanya jadi rumit, sebenarnya Ryosuka suka sama Ruikan?” Tanyaku.
“ Ryosuka pernah berpacaran dengan Rui sebelum tunangan, terus papanya meninggal 1 hari sebelum pertunangan. Dan apa kamu sudah lupa dengan wajah Namito?? Itu aku, kamu tau alasan kenapa aku pacaran denganmu saat itu? Karena grup itu.” Kata Souta.
“ tapi,, kalau kamu bilang kamu Namito…..”
“ jangan panggil aku Namito lagi, sekarang namaku Souta.” Kata Souta.
“ aku jadi bingung soal………” perkataanku terporong oleh Rui.
“ sekarang sudah jelas, aku akan pergi sekarang, kalian berdua pulanglah sebelum ada papparazi yang akan datang membuat gossip” Kata Rui.
Akhirnya, aku pulang. Aku diantar oleh Souta. Rui, dia pulang sendiri. Sebenarnya aku ingin pulang sendiri, kasihan Rui, tapi Rui menolaknya. Ya sudah, setelah pulang, baru saja aku turun dari mobil Souta, Ryosuka sudah berdiri di depan pintu rumah mewah yang kita tempati.
“ apa yang kubilang?? Jangan dekati Souta lagi” Kata Ryosuka.
“ aku tidak mendekatinya, ada hal yang penting, lagi pula aku pergi hanya beberapa menit.” Kataku.
“ aku sudah tidak pergi dengan Rui, sekarang kamu?? Kamu yang pergi dengan Souta?? Kamu tau kan, kamu itu sakit!!” Kata Ryosuka agak marah.
“ ya sudah, ini terlanjur, jangan diungkit lagi, aku capek, aku ingin istirahat, besok aku tidak akan sekolah” Kataku masuk ke rumah.
“ Amika! Tunggu, besok, kalau bisa kita ketemuan ditempat biasa” Kata Souta pergi.
“ pastilah bisa”
“ Amika!! Please, jangan pergi dengan Souta lagi” Kata Ryosuka.
“ kenapa?? Sudahlah, kita balas ini besok saja, aku capek.” Kataku masuk ke dalam rumah.
Sebelum tidur, aku teringat perkataan Ryosuka, kenapa dia tidak mengijinkanku bertemu dengan Souta, bukannya kalau aku tidak akan jadi menikah karena ada kabar bahwa aku jalan dengan cowok lain, dia berarti tidak akan menikah denganku, itukan yang dia inginkan. Setelah kupikir-pikir, akhirnya aku tertidur.

Keesokan harinya, aku terbangun, aku sudah jauh lebih baik. Tapi, aku rindu dengan Mamaku. Aku tidak tau harus apa, kalau aku minta izin, pasti mereka melarangku untuk pergi. Apa aku harus kabur lagi?
Setelah bersiap-siap untuk ke sekolah, aku membuka pintu kamarku, kulihat Ryosuka berdiri didepanku. Aku sempat terkaget. Apa yang dia lakukan didepan kamarku pagi hari?? Ini tidak biasanya.
“ apa yang kamu lakukan?? Bukannya aku bisa berjalan sendiri ke mobil??” Kataku.
“ itu, yang kemarin, tentang……”
“ oh,, bukannya kalau aku jalan dengan cowok lain, terus ketahuan, bukannya kita gak akan menikah?? Itukan yang kamu pikirkan” Kataku.
“ tidak, sejujurnya aku menyuakaimu” Kata Ryosuka.
“ apa?? Bukannya kamu suka Rui? Kamukan masih pacaran sama Rui??” Kataku. Tanpa kusadaru, sepertinya pipiku agak merah.
“ aku memang suka Rui, tapi itu dulu, dan aku memang pacaran dengan Rui, tapi aku sudah putuskan hubungan dengannya kemarin malam di telfon” Kata Ryosuka.
“ itu artinya kamu mau menikah denganku bulan depan??” Tanyaku
“ ia, maaf selama ini aku kasar denganmu, semua ini hanya karena aku tidak mau kamu dekat dengan Souta” Kata Ryosuka.
“ oh.. jadi,,……………………… kamu mau ke sekolahkan?? Gak Cuma berdiri didepan pintu doang??” Kataku.
Setelah berangkat ke sekolah, aku tidak sadar, di mobil, aku bersandar di bahu Ryosuka, kulihat supir didepan memandang kita terus dari kaca. Apa mereka tidak pernah melihat kita seperti ini??
Sepertinya, aku sudah sampai di sekolah, tetapi kenapa semua anak mengerumuni mobil yang kunaiki beserta pengikut 3 mobil di belakang???
“ kenapa?? Apa ada yang aneh??” Kataku bertanya kepada mereka.
“ kalian akan menikah bulan depankan??” Tanya mereka kompak.
“ itu bukan urusan kalian.” Kata Ryosuka memegang tanganku dan menarikku masuk ke dalam sekolah, Ryosuka menarikku sampai masuk ke kelas. Aku seperti orang gila ditarik-tarik.
“ wah,, kamu memang STUPID GIRL yah?? Kok maunya ditarik-tarik seperti itu?? Dan kamu mau menikah dengan orang yang hanya memanfaatkan kamu untuk bisa jadi pewaris grup???” Kata Rui.
“ apa?? Memanfaatkan??” Kataku memandang Ryosuka.
“ jangan dengarkan dia, itu tidak benar” Kata Ryosuka.
“ aku salah, aku memang cewek bodoh, kenapa kamu tidak menikah dengan Rui?? Aku tidak suka dimanfaatkan seperti ini Ryosuka!!!!” Kataku berteriak.
“ itu tidak benar!!” Kata Ryosuka.
“ aku akan ngomong dengan orang tuamu untuk tidak menikahkan kita bulan depan!!!” Kataku marah, melepaskan tangan Ryosuka dan berlari keluar dari kelas. Ternyata, Souta mengikutiku dari belakang.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar