Rabu, 19 Juni 2013

My Lady(Cerita 1)



Namaku Amika, lebih lengkapnya Amika Kitagami. Aku lahir di Jepang. Waktu usiaku 5 tahun, ayahku meninggal. Hanya tersisah aku dan Mamaku, aku ini anak tunggal. Dahulu, disaat aku sedih, ayahku selalu menenangkanku. Aku sangat sayang sama ayah.
Beberapa tahun sudah dilewati, umurku sekarang 12 tahun. Waktu itu, aku belum pernah mempunyai sahabat. Aku hanya menganggap semua temanku hanyalah teman dekat, bukan sahabat. Tapi, saat aku kelas 1 SMP, ada 1 gadis yang dengan bangganya berbicara padaku. Saat itu dia meminta untuk menjadi sahabatku. Karena menurutku dia orangnya asyik, ya sudah, aku mau. Setelah berkenalan, aku tau namanya itu Ritsuka.
Setelah aku berumur 16 tahun, Ritsuka juga sempat mengajakku berkenalan dengan 1 cowok bernama Namito, dia itu sepupunya Ritsuka. Tidak kusangka, dia menyukaiku. Akhirnya aku menyukainya juga dan berpacaran dengannya, mungkin diusiaku yang 16 tahun ini belum bisa pacaran, tapi mau bagaimana?? Cinta itu adalah anugrah.
Waktu itu, setelah 1 minggu aku berpacaran dengan Namito, ibuku berkata kepadaku bahwa aku akan segera dijodohkan, aku harus segera tunangan. Katanya aku akan dijadikan putri di Jepang. Saat itu aku belum tau siapa lelaki yang ingin dinikahkan denganku. Setelah beberapa hari aku tau siapa dia. Namanya Ryosuka Nagumo. Orang Jepang?? Lahir di Jepang?? Asli jepang??? Ya!! Benar. Semua itu benar. Ternyata Ryosuka itu adalah anak dari seorang pemimpin grup kaya atau konglomerat di Jepang. Nama grup itu adalah Grup Noromuka.
Saat itu aku tercengang, ternyata keluargaku ada janji kepada grup mereka, katanya aku akan dijadikan seorang istri pewaris saat usiaku 17 tahun. Apa??? Apa itu tidak terlalu mudah?? Kawin disaat usia 17 tahun?? Bagaimana Nathan?? Apa aku sanggup memutuskannya?? Maafya Namito.
Setelah aku putus dengan Namito, aku bertunangan dengan Ryosuka. Aku harus meninggalkan segala sesuatu yang aku punya, termasuk sahabat. Aku membenci perjodohan ini!!! Seandainya aku ini bisa menjadi manusia biasa, tidak seperti ini. Oh ya Tuhan!! Tolong aku.



Cerita 1(Hari Yang Aneh)


Setelah acara pertunangan itu usai, esok harinya adalah hari aku masuk ke sekolah lagi, aku tidak akan mungkin tau apa yang terjadi hari ini. Kalau mereka membaca berita dikoran bahwa aku bertunangan dengan anak dari seorang pemimpin grup terkaya di Jepang, apa yang akan mereka katakana??? Mungkin saja aku akan merasa malu dan minder. Ditambah lagi, aku tinggal 1 rumah dengan Ryosuka di Jakarta, 1 sekolah dengan Ryosuka dan sekelas dengan Ryosuka ditambah berangkat sekolah 1 mobil dengan Ryosuka. “ apa yang akan mereka katakan jika membaca berita dikoran itu? Aishhh, aku tidak tahan” Kataku merengek. “ Putri, jangan dilayanin aja, biar aja mereka bicara apapun” Kata Ryosuka. “ hey!! Kenapa kamu panggil aku Putri??” Tanyaku. “ peraturan, bukannya kamu harus panggil aku…” “ gak!! Aku akan memanggil dengan sebutan nama saja” Kataku memotong pembicaraan Ryosuka. “ terserah, aku akan melaksanakan peraturan” “ jawab aku!! Kamu gak suka sama aku kan??” “ gak lah, kitakan baru ketemu” Jawab Ryosuka. “ bagus, eh udah nyampe, aku turun ya??” Kataku memegang pintu, tapi tanganku ditarik oleh Ryosuka. “ tidak usah repot-repot, mereka akan membukakan kamu pintu.” Kata Ryosuka. Setelah itu, benar kata Ryosuka, supirnya membukakan aku pintu. Astaga, kapan lagi aku diperlakukan seperti ini?? Setelah turun dari pintu mobil, sepertinya orang-orang melihatku dan Ryosuka. Dalam hatiku aku berkata, apa orang Indo belum pernah lihat aku sama Ryosuka ya?? Kok segitunya?? “ jalan aja” Kata Ryosuka “ hey!!! Jangan menyuruhku juga aku akan jalan!!” Kataku masuk ke dalam sekolah. Setelah aku memasuki kelasku, aku melihat semua teman-temanku melihatku dengan seksama. Aku langsung betreriak. “ HEY!!! Jangan memandangku seperti itu, bisa kan? Apa aku aneh?? Kalau bukan karena janji aku gak akan tunangan dengan Ryosuka.” Kataku berteriak. “ dan kamu, stop memanggilku Tuan putri!!” Kataku menunjuk kearah Ryosuka. Ryosuka terdiam. Karena dia murid baru, semua wanita mendekatinya seperti pangeran. Aku mencoba tidak marah, tapi aku gak bisa, akhirnya aku pergi ke toilet. Kudengar seorang berbisik ke temannya yang tanpa sengaja ku dengar. “ sebenarnya Amika gak pantes jadi tunangan sekaligus istri Ryosuka.” Kata seorang wanita itu. “ betul, Amika itu orangnya aneh, gak kalem, gak dingin, dia asal-asalan, lebih bagus sama sepupunya yang dikabarkan pernah direncanakan tunangan sama Ryosuka. Dia kan kalem, dingin. Cocok” Kata seorang lagi menjawab. Karena aku agak kesal aku keluar dari toilet dan berkata kepada mereka. “ kamu kira aku mau jadi putri dan pewaris grup di Jepang itu?? Kamu pikir aku mau??” Tanyaku. “ eh, kamu pasti mau, diakan orang kaya” “ aku gak suka kamu bicara seperti itu. Orang Jepang kasar ya, sepertinya tidak?? Mungkin hanya kamu berdua yang kasar” Kataku. “ ih, Kitagami kamu jahat ya??” Kata mereka berdua pergi. Astaga, apa yang harus kulakukan? Untuk mereka aku hanya cewek yang bodoh, gak seperti sepupuku, dia adalah cewek yang baik, kalem, cobanya Rui itu sikapnya sama sepertiku. Aku pasti akan bahagia dengan Ryosuka sekarang. Apa lagi Rui 1 sekolah denganku dan Ryosuka. Akan terjadi cinta segitiga nih. Tapi, yang lebih gak enaknya, ternya Ryosuka pernah berpacaran dengan Rui sampai sekarang dan belum putus. Astaga!! Setelah aku berjalan-jalan, aku melihat Rui dan Ryosuka berbicara. Aku tidak tau kenapa aku ingin mendengar, akhirnya aku diam-diam mendengarnya. “ Rui, maafkan aku karena bertunangan dengan Kitagami. Seandainya Mama kamu gak meninggal” Kata Ryosuka. “ gak apa-apa, aku tau, kalau bukan jodoh gak akan bersatu” Kata Rui menjawab. “ seharusnya aku bertunangan denganmu, aku gak mau sama wanita bodoh itu, dia sungguh bodoh.” Kata Ryosuka. “ maukah kamu makan malam denganku Sabtu ini?? Aku belum pernah bisa jalan bersamamu selama aku jadi pacarmu” Kata Rui mengajak. “ tentu, aku akan menemanimu semalaman” Kata Ryosuka memegang tangan Rui. “ aku gak tau kenapa aku menangis, apa mungkin aku mulai menyukaimu??? Aku gak tau, tapi tolong, kamu tunanganku, biar bagaimanapun akan muncul rasa sayang dan suka. Jangan membuatku sakit Ryosuka.” Kataku berbisik. Setelah masuk ke kelas, Ryosuka datang ke kelas sebagai murid baru. Untungnya dia duduk di depanku. Kalau disampingku bisa mati aku. Tapi sepertinya memang cinta segitiga deh, Rui duduk dibelakangku. Astaga!! “ Kitagami!! Lagi pikirin apa??” Tanya sahabat baruku dari keluarga grup itu, namanya Mitsuki Tomoko. “ Kitagami!! Kamu bisuya sekarang?? Kenapa tidak menjawab??” Kata sahabatku yang satu lagi, namanya Nanajima Kushira. “…………… jangan ganggu aku!” Kataku. “ Kitagami” Kata seseorang padaku. “ jangan ganggu aku, aku kan sudah bilang!!” Kataku berteriak. “ Tuan Putri Kitagami!! Saya guru kamu!!” Kata orang itu. Ternyata dia guru aku, mati aku!!. “ eh,, bu guru. Kenapa?? Maaf ya tadi berteriak” Kataku meminta maaf. “ mau dipanggil Tuan Putri Kitagami ya lalu mau menjawab??” Kata Ryosuka berbisik ke aku. “……………..” Bel istrirahat berbunyi, tadinya aku ingin ke kelas designerku, tapi aku melihat seorang teman baikku, laki-laki bernama Souta Naumi. Aku tidak tau dia keluarga grup bagian apa, tapi yang jelas dia keluarga grup terkaya itu. “ Naumi, mau pergi bareng ke kelas designer?” Kataku mengajak. “ tidak.” “ jangan bolos dong” Kataku menarik tangan Souta. “ kenapa kamu peduli sama aku??” “ kamu kan teman aku, waktu pertama masuk, aku belum tau kamu keluarga grup, tapi aku sudah jadi teman baik kamu.” Kataku menjawab. “ ada sesuatu yang kamu harus tau dari aku.” Kata Souta. “ apa??” “ tapi menurutku, nanti saja kamu tau, cepat atau lambat kamu juga akan tau.” Kata Souta kepadaku. “ ok...mungkin memang belum waktunya aku tau.” Kataku. “ kenapa kalian bergandengan tangan??” Kata Ryosuka yang tiba-tiba muncul. “ kalau kamu bisa menghabiskan 1 malam dengan Rui, maka aku bisa menghabiskan 1 hari aku bersama dengan Souta.” Kataku. “ tapi, tapi, tapi kamu tunanganku” “ kamu juga tunanganku” Jawabku. “ kalau kamu dekat dengan sepupuku, maka kita akan digosipkan. Dan bisa-bisa grup akan hancur” “ kalau kamu?? Yang sampai sekarang masih berpacaran sama Rui?? Kamu pikir aku gak marah?? Kalau kamu mau aku jujur. Aku mulai menyukaimu” Kataku menarik tangan Souta dan pergi ke kelas designer. Setelah sampai ke ruang designer, aku terus menggenggam tangan Souta. Aku tidak ingin melepaskannya. “ berjanjilah padaku, setiap aku sedih dan marah, kamu akan selalu menemaniku” Kataku. “ tapi aku bukan tunanganmu” Jawab Souta. “ gak peduli. Kamu teman yang paling bisa mengerti aku” Kataku. “ ok. Kalau sekarang?? Kamukan lagi murung, kamu mau pergi bersamaku??” Ajak Souta. “ apa?? Kabur??” “ ia” kata Souta menarik tanganku pergi dari kelas designer dan membawaku ke tempat sepi. “ apa yang kita perbuat disini??” Tanyaku pada Souta. “ aku akan menjagamu, aku akan bersamamu setiap kali kamu sedih karena Ryosuka. Dan kalau kamu mau, kita pergi Sabtu malam??” Ajak Souta. “ apa boleh?? Apa kita tidak akan dimarahi karena kamu pergi dengan calon kakak ipar??” Tanyaku pada Souta. “ aku akan menanggung semuanya” “ tidak. Aku gak mau kamu menanggung semuanya. Dan, aku mau kita yang menanggungnya.” Kataku. Souta tidak menjawab, hanya tersenyum dan mengajakku untung duduk dan Souta duduk disampingku. Suasana hening, tanpa kusadari, aku berbaring di bahu Souta. Menenangkan diri dan menangis. Mungkin aku sudah sangat mencintai Ryosuka. Secepat inikah aku menyukainya?? “ menangislah, kamu layak menangis.” Kata Souta memegang tanganku. Kupikir ini sudah kelebihan. Aku tidak mungkin berpegangan tangan dengan Souta, tapi biarlah. Aku juga tidak akan tau apa yang terjadi jika malam Sabtu Ryosuka bersama Rui. Mungkin saja mereka akan berciuman, tapi mana mungkin anak 16 tahun bisa melakukannya??? “ Naumi, kenapa bukan kamu saja yang bertunangan denganku?? Kamu lebih perhatian denganku” Kataku. “ mauku juga begitu, tapi…….” “ Kitagami!! Sudah kubilang, menjauhlah dari Naumi. Dan kamu Naumi, berhentilah mencoba merebut Kitagami.” Kata Ryosuka yang muncul secara tiba-tiba lagi. “ kalau aku yang minta kamu menjauh dari Rui?? Kamu bisa?? Kamu mau? Asal kamu tau, hanya Souta yang bisa mengerti aku!! Kenapa aku harus tunangan dan menikah sama kamu?? Kenapa bukan dengan Souta??” Kataku. “ diam!!” kata Ryosuka menarik tanganku. “ lepas!! Aku gak mau, kenapa kamu tidak bersama Rui saja?? Dibandingkan dengan perempuan bodoh sepertiku. Aku bodoh kan?? Kamu tadi yang bilang aku bodoh!!” Kataku membentak. “ aku bilang diam dan pergi bersamaku!!” Kata Ryosuka menarik tanganku. “ lepas!! Lepas!!!! Kamu jahat ya?? Kukira kamu baik, apa yang harus aku lakukan agar aku bukan perempuan bodoh?? Bertingkah dingin layaknya es seperti Rui??” Kataku. “ jadilah dirimu sendiri” Kata Souta. “ Naumi! Diam!! Ini urusanku dengan Kitagami” “ Dan kamu gak pernah memanggilku Amika, kamu hanya memanggil seseorang dengan nama depan, RUI!!!!! Bahkan sepupu kamu yang begitu dekat kamu hanya memanggil Naumi” Kataku. “ kita bicarakan ini dirumah, jangan seperti itu” Kata Ryosuka. “ ok.. tapi biarkan aku bersama Souta beberapa menit, setelah itu aku akan pergi dari tempat ini.” “ gak, kamu pergi sekarang atau aku harus memanggil pelayan dan memaksamu untuk pergi sampai pulang ke rumah???” Katanya “ Ok, ok, ok, kalau begitu kamu juga harus menjauh dari Rui dan bersamaku hari ini” Tanyaku. “ tapi, tapi, tapi, ok asalkan kamu tidak dekat dengan Naumi” “ Naumi??” “ ok.. Souta” Katanya menarik tanganku dan pergi meninggalkan Souta sendiri. “ kapan aku akan mendapatkan Amika??” Kata Souta berbisik. Apa Ryosuka akan tetap pergi hari Sabtu ini?? Kalau dia pergi aku juga akan pergi dengan Souta. Bukannya memanfaatkan Souta, tapi aku ingin membicarakan sesuatu yang penting dengan Souta. Tentang aku, Rui, Ryosuka, dan Souta. Aku ingin tau, apa hubungannya dengan Grup Noromuka?? Sampai-sampai harus menikah. Apa sepenting itu kah? Hari ini adalah hari yang paling aneh untukku. Hari yang sangat sulit untuk dilewati. Sampai kapan juga aku harus menjadi putri?? Sejujurnya aku ingin berhenti, tapi ini bukan kerjaan yang siapapun bisa berhenti. Sendainya aku hanya orang biasa, dan janji apa sampai aku harus menikah dengan Ryosuka? Tapi sejujurnya aku juga menyukai Ryosuka dan menyukai Souta juga. Astaga!! Apa ini disebut cinta segiempat??
Setelah sampai di rumah, aku memulai perdebatan. Aku tidak suka sepupuku dekat dengan tunanganku atau calon suamiku. Akhirnya aku berkata kepada Ryosuka. “ Nagumo, aku mau tanya kamu. Kenapa kamu panggil aku, tunangan kamu dengan nama belakang? Kalau begitu, aku juga akan memanggilmu Nagumo. Aku tidak mau memanggilmu Ryosuka lagi.” Kataku. “ gak penting yang kamu bicarakan” Jawab Ryosuka. “ gak penting?? Kalau hari Sabtu?? Rui?? Itu penting untukku. Aku sudah pernah bilang sama kamu, aku mulai menyuikai kamu” Kataku marah. “ hari Sabtu?? Gak ada apa-apa” Katanya. “ kalau kamu mau tau, aku juga akan pergi dengan Souta Sabtu ini. Dan seandainya kamu juga tau, aku ingin berhenti jadi seorang pewaris untuk grup itu. Kalau bisa aku ingin kabur. Aku ingin membatalkan perkawinan kita!!!” Kataku pergi, tetapi Ryosuka menarik tanganku dan mendudukkanku di sofa dan memelukku. “ lepas aku. Aku gak suka” Kataku ingin melepaskan pelukan. Tetapi, Ryosuka yang kuat menahanku. “ kamu mau orang tuaku melihat kita bertengkar??” Tanya Ryosuka. “ apa?? Orang tua?” Kataku bingung. “ wah… kalian sangat mesrah, saya sangat bangga kepada kalian. Saya tidak rugi” Kata orang tua Ryosuka yang datang. “ eh.. kami tidak…” Kataku melepaskan pelukan Ryosuka. “ ia,, kami belakangan ini sangat dekat. Aku juga akan mengajaknya makan malam hari Sabtu ini” Kata Ryosuka. “ saya berfikir, pernikahan kalian dipercepat saja. 1 bulan kemudian, kalian akan menikah” Kata orang tua Ryosuka. “ apa?? Tidak salah??” Kataku. “ ia.. kami juga sebenarnya ingin berkata itu” Kata ryosuka. Setelah itu, orang tua Ryosuka pergi. Akhirnya aku bertanya kepada Ryosuka. “ apa yang kamu katakan?? Bukankah kamu tidak menyukaiku?? Yang benar saja, apa kamu gila?” Tanyaku. “ diam saja, bukannya kamu senang kalau kita menikah?? Bukannya kamu fikir aku tidak akan dekat dengan Rui lagi,, Amika??” Kata Ryosuka dengan senyum. “ tapi itu terlalu cepat!! Tapi, apa kamu mau pergi denganku Sabtu ini??” Tanyaku. “ tidak. Aku lebih baik dengan Rui pergi” Kata Ryosuka meninggalkanku sendiri. “ AHHHH!!!!! Ini betul hari yang aneh…. Kamu pikir aku bodoh Ryosuka?? Akan ku penggal kepalamu jika kamu orang biasa!!!!!!!!!!!!!” Kataku membentak Ryosuka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar