Rabu, 19 Juni 2013

My Lady(Cerita 4)

Cerita 4(Pernikahan)



Setelah Ryosuka kembali, dia tidak mengucapkan kata apapun. Sampai akhirnya aku memulai percakapan terlebih dahulu. Kupikir, dia sepertinya marah kepadaku karena Souta, tapi mana mungkin. Dia tidak menyukaiku.
“ Ryosuka, tidak ada apa-apa yang kamu mau katakana padaku?” Kataku
“ tidak.”
“ ingatanku sudah kembali loh karena Souta.” Kataku kembali.
“ selamat.”
“ Ryosuka, kamu kenapa? Kamu marah?”
“ tidak penting.”
“ ok kalau gak penting. Bagaimana di Korea? Enak?” Kataku.
“ Hey, kamu. Jangan menggangguku.” Katanya memarahiku.
“ mungkin, perkawinannya………… akan aku……….. tunda dulu………… sampai kamu………….. tidak…….. marah…… lagi……. denganku.” Kataku menunduk dan akhirnya pergi, tetapi tanganku ditarik oleh Ryosuka. Kemudian, dia mencium bibirku. Setelah beberapa menit, dia melepaskan ciumannya.
“ aku marah karena kamu dengan Souta, aku marah karena kamu tidak pernah menelfonku, aku marah karena kamu tidak menghawatirkanku.” Kata Ryosuka.
“ aku pikir, kamu juga tidak mencintaiku, kamu pergi tanpa bilang kepadaku. Jadi aku juga tidak mau menelfonmu.” Kataku.
“ sekarang, kamu tau, aku mencintaimu.” Kata Ryosuka kembali menciumku.
Tanpa disadari, orang-orang yang ada di rumah, melihatku dengan Ryosuka. Ini adalah momen yang paling indah untukku. Dicium oleh Ryosuka. Serasa ini mimpi. Tetapi, ternyata Souta dan Rui melihat kami juga. Aku tidak tau apa yang dipikirkan mereka. Tapi, dibenakku hanyalah ciuman itu. Oh, indahnya.
Keesokan harinya, hari pernikahanku dengan Ryosuka.berjalan di karpet merah yang indah, dengan bunga-bunga yang berjatuhan. Indahnya. Momen-momen inilah yang kutunggu. Mengucapkan janji perkawinan, kemudian pemasangan cincin,hingga ciuman diakhirnya. Sangat indah.
Keindahan tersebut ternyata tidak untuk Souta dan Rui. selama acara, mereka hanya duduk tanpa senyuman. Saat kupandangi Souta, dia hanya tersenyum terpaksa untuk membuatku bahagia. Sedangkan Rui, ditatap oleh Ryosuka, langsung ceria, bahagia. Tapi setelah tatapan itu hilang, langsung murung kembali. Aku kasihan melihatnya.
Setelah acara perkawinan itu selesai, aku kembali sebagai pasangan yang baru, tapi kalian taulah. Aku tidak seperti orang yang biasanya ber-HoneyMoon, karena sibuk dengan Grup. Seperti biasanya, kembali bersekolah. Tapi ada senangnya juga, aku tidak tidur satu ranjang dengan Ryosuka. Aku tidak bisa membayangkannya kalau hal itu terjadi.
Akhirnya aku kembali ke sekolah. Memakai rok tinggi selutut dengan kaos kaki panjang. Senang rasanya. Tetapi, masih ada gossip-gossip yang membuat hidupku tidak tenang seperti; Amika sepertinya senang sudah menjadi orang kaya; Rui sedang terpaku hatinya karena Amika, Amika memang gak tau malu; Ryosuka ternyata bodoh memilih pasangan; kalau Rui bunuh diri, tuntut saja Amika; dan masih banyak lagi gossip yang menyebar.
Sepeti biasanya, aku duduk dibelakang Ryosuka, tapi Ryosuka malah pindah ke sampingku. Terserah saja. Aku tidak pusing. Rui yang duduk dibelakangku menatapku dengan tatapan tajam.
Setelah jam istirahat berbunyi, Ryosuka yang tidak melihatku merupakan kesempatan untuk Rui. Rui langsung menarik tanganku dan pergi dengan membawaku ke tempat yang sepi, disana hanya ada aku,, Rui,,, dan sepertinya Souta.
“ Rui, apa yang kamu lakukan?” Tanyaku.
“ Amika, aku sepupumu yang baik. Jadi aku sarankan untuk menjauh dari Ryosuka. Kamu ini hanya dimanfaatkan.” Kata Rui.
“ Souta, Rui, jangan seperti itu. Biarkan aku pergi. ini semua takdir.” Kataku.
“ Amika, menjauhlah dari Ryosuka. Aku mohon.” Kata Souta.
“ Souta, apa kata orang tua Ryosuka? Berhentilah mendekatiku.” Kataku.
“ aku akan pergi, tapi kamu harus menerima hadiah dariku.” Kata Souta mendekatiku. Aku tidak bisa berkutik, tanganku ditahan oleh Rui.
“ Souta!! Rui!!” Kata Ryosuka berteriak dari ujung pintu lalu berlari untuk menolongku. Ryosuka menarik tanganku. Akhirnya aku ada di pelukan Ryosuka.
“ Rui, kamu maunya apa? Dan kamu Souta, dia sudah menjadi istriku. Mengerti?” Kata Ryosuka.
“ Aku mau kamu menjadi milikku.” Kata Rui.
“ Aku mau Amika, menjadi istriku.” Kata Souta.
“ gak akan bisa.” Kata Ryosuka pergi denganku untuk kembali ke kelas dengan wajah tersenyum-senyum.

Akhirnya Ryosuka bersama dengan Amika sedangkan Rui dan Souta hanya bisa merasakan sakit hati yang mendalam.

~TAMAT~

Ini adalah hasil karya Sahabatq,jadi mohon komentarnya ya ^^
~God Bless You~

My Lady(Cerita3)

Cerita 3(Kecelakaan)


Setelah aku berlari keluar dari sekolah, aku tidak sadar, aku berhenti di tengah jalan. Kulihat mobil besar yang ada di depanku ingin menabrakku. Souta yang ada di belakangku menolongku, tetapi tidak berhasil, kita berdua kecelakaan. Kupikir, biar saja aku kecelakaan dan mati, tapi untungnya aku belum mati. Semua murid sekolah keluar, Ryosuka dan Rui membawaku dan Souta ke rumah sakit, terutama sahabatku, mereka sangat panik.
Beberapa jam kemudian, hari telah malam, aku dan Souta akhirnya sadar. Orang tuaku, sahabtku Ryosuka, Rui dan orang tua Ryosuka datang untuk menjengukku. Sepertinya aku kehilangan semua memori yang kuingat. Hanya beberapa hal yang kuingat. Yakni, aku pernah berpacaran dengan Namito yang adalah Souta, orang tuaku dan sahabtku. Saat terbangun, nama yang kusebutkan hanya 1, SOUTA.
“ Souta?? Dia dimana??” Kataku.
“ untuk apa kamu mencarinya??” Kata Ryosuka.
“ kamu siapa?? Dan kenapa kalian ada disini?? Yang kutau hanya mama dan sahabatku” Kataku.
“ Ibu, karena kecelakaan itu, Amika kehilangan semua memorinya, kita kasih tau aja ya??” Kata Ryosuka kepada orang tuanya.
“ Ia” jawab orang tuanya.
“ Nama kamu Amika, kamu tunanganku, bulan depan kita akan menikah. Kamu keluarga grup terkaya dan terkenal di Jepang. Kamu lahir di Jepang” Kata Ryosuka kepadaku.
“ dan, namaku Ryosuka, dan ini orang tuaku” Kata Ryosuka menunjuk ke orang tuanya.
“ kalian tidak bercanda kan?? Bu, itu benar??” Kataku kepada Ibu.
“ ia, itu benar. Kamu mengalami kecelakaan dan lupa ingatan” Kata Mama.
“ tapi Souta dimana??” Kataku.
“ dia ada di kamar sebelah” Kata ibu.
“ Bu, Souta baik-baik saja kan??” Tanyaku.
“ ia Amika, dia baik sekali” Kata Ibuku.
“ sekarang aku ingat sedikit, aku kecelakaan karena aku marah dengan Ryosuka karena dia memanfaatkanku untuk menjadi pewaris, itu kata Rui. Dan aku berjalan keluar dari sekolah. Aku pikir, biar saja aku mati, tidak ada orang yang tulus sama aku kecuali mama, sahabat dan Souta.
“ Souta??” Kata orang tua Ryosuka.
“ Ia, Souta. Dia ternyata mantan aku sebelum 1 minggu aku tunangan dengan Souta, dulu namanya Namito.” Kataku.
“ kamu ingin menikah dengan Souta??” Kata orang tua Ryosuka dengan nada aneh.
“ tidak,” Jawabku singkat.
“ 1 bulan lagi kamu akan menikah, jadi jaga kesehatanmu ya?” Kata sahabatku. Aku tidak menjawab, aku hanya mengangguk.
Setelah kecelakaan itu, aku malah menjadi dingin, tidak cerwet, itu semua karena aku lupa siapa aku. Beberapa hari di rumah sakit, membuatku lebih dekat dengan Souta. Dia selalu membuat aku ceria. Jika bersamanya aku tidak pernah menangis ataupun marah.
Beberapa hari kemudian, aku sudah bisa pulang. Orang yang menjemputku adalah Ryosuka. Saat dia memasuki kamar tempat aku dirawat. Dia melihatku sedang bersama Souta. Ryosukapun masuk.
“ Amika, kamu sudah bisa pulang” Kata Ryosuka.
“ Ia.. aku akan pulang” Kataku singkat.
“ kamu kenapa tidak cerewet lagi??” Tanya Ryosuka.
“ tidak ada apa-apa, katanya mau pulang??” Kataku.
“ Ia, Souta, Kita pulang dulu ya??” Kata Ryosuka.
“ jaga Amika baik-baik” Kata Souta. Ryosuka tidak menjawab, melainkan pergi dan membawaku.
Setelah aku pergi dari rumah sakit, perjalanan dimobil, aku mengobrol dengan Ryosuka.
“ apa aku menyukaimu??” Kataku.
“ apa??” Kata Ryosuka bingung.
“ apa aku menyukaimu??” Kataku mengulangi.
“ tidak. Kamu tidak menyukaiku.” Kata Ryosuka.
“ tapi, kenapa aku merasa aku menyukaimu? Tolong jangan berbohong” Kataku.
“ aku tidak tau pasti, Cuma waktu lalu kamu bilang kamu suka aku, tapi sepertinya kamu suka Souta.” Kata Ryosuka.
“ Ryosuka, kamu bisa membantuku?” Kataku.
“ apa??”. Aku tidak menjawab, aku membisikinya suatu hal. Kuharap dia bisa mengerti. Dia sempit terkaget tapi aku berkata.
“ jangan kaget. Kamu tidak perlu kaget.” Kataku.
Setelah sampai di rumah, aku terdiam. Membayangkan bagaimana kehidupanku yang dulu, membuat aku pusing tidak menentu. Aku mencoba mengingat semua kehidupanku, tapi tidak bisa. Ryosuka yang menatapku dari belakang, akhirnya datang ke hadapanku.
“ apa kamu serius dengan apa yang kamu katakan di mobil??” Kata Ryosuka.
“ ia, setelah aku pikir-pikir. Aku menginginkan hal itu. Kamu bisakan??” Kataku.
“ aku akan usahakan, tapi aku gak yakin. Sebenarnya,,,, eh, gak jadi.” Kata Ryosuka pergi.
Setelah dia pergi, aku memasuki ruang kamar dan berisirahat. Beberapa jam kemudian, seseorang mengetuk pintu kamarku. Aku tidak menjawab, aku tidak ingin diganggu. Sebab, aku merasa lain dengan pribadiku sendiri. Tapi, orang yang mengetuk pintu itu, memasuki kamarku sendiri, setelah kulihat, ternyata Souta.
“ Souta?? Kenapa kamu ada disini??” Kataku.
“ aku hanya ingin bersamamu” Katanya.
“ tapi kamu masih harus di rumah sakit”
“ tidak perlu, aku sudah merasa sehat” Kata Souta. “ aku merasa sehat karena kamu Amika. Sayangnya, aku tidak bisa menjadi tunanganmu dan calon suamimu.” Kata Souta dalam hati.
Setelah Souta memasuki ruang kamarku, ia meletakkan bunga di vase bunga yang ada dimeja sebelah tempat tidurku. Tadinya aku sempat tersenyum, tapi aku teringat perkataan Ryosuka yang bilang sebenarnya,,,, tapi tidak jadi.
“ kamu tau Rosuka sedang kenapa?? Kenapa kelihatannya tadi dia begitu tegang???” Kataku.
“ kamu gak tau? Kamu kan tunangannya?? Dia pergi ke Korea beberapa menit yang lalu.
“ apa?? Tanpa mengajakku??” Kataku bengong.
“ tapi, setelah dia pergi, kamu juga harus pergi ke Amerika 2 hari lagi. Dan, orang tua Ryosuka memintaku untuk menemanimu.” Kata Souta.
“ kenapa kamu?? Kenapa bukan Ryosuka??” Kataku.
“ Ryosuka ada tugas sendiri. Kalau mau kamu bisa menghubunginya.” Kata Souta.
“ gak perlu. Dia juga tidak membicarakan keberangkatannya denganku” Kataku.
“ terserah kamu saja. Aku pergi dulu. Sampai bertemu 2 hari kedepan.” Kata Souta.
“ ia.” Kataku singkat. Tanpa kusadari, air mataku menetes. Sepertinya ini karena Ryosuka. Apa Ryosuka mengetahui keberangkatanku?? Dan sampai kapan dia di Korea. Dan sampai kapan juga aku di Amerika.
2 hari kemudian, Ryosuka belum juga kembali. Padahal, aku akan segera berangkat 30 menit lagi ke Amerika. Kenapa aku harus memiliki calon suami seperti dia?? Sangat tidak baik.
“ Souta, sampai kapan Ryosuka di Korea? Dan sampai kapan aku harus di Amerika??” Kataku.
“ 2 minggu lagi Ryosuka kembali, dan kalau kamu 3 minggu lagi.” Kata Souta mengangkat tasku.
“ tunangan macam apa itu yang meninggalkanku sendiri seperti ini” Kataku.
“ Amika, kamu sudah kembali cerewet. Apa kamu meningat hal yang lain?” Kata Souta.
“ ya. Rui yang menyebabkanku kecelakaan. Memangnya dia pikir siapa dia?? Sok tau banget. Tapi apa betul Ryosuka memanfaatkanku?? Apa benar?? Kalau benar. Aku akan batal menikah dengannya.” Kataku marah.
“ sudah kubilang, kamu kembali cerewet.” Kata Souta membukakan pintu untukku masuk ke mobil dan berangkat ke bandara.
Beberapa menit kemudian, aku sampai di bandara. Tepat saatku untuk masuk ke pesawat. Aku berjalan terus menuju pesawat dan menunjukkan passport. Setelah itu, aku memasuki pesawat dan berangkat. Didalam pesawat, wajahku pucat, dan murung. Souta yang duduk disebelahku akhirnya meminjamkan bahunya untukku.
Jam sudah menunjukkan pukul 05.00 pagi. Aku yang tertidur di bahu Souta akhirnya terbangun. Pesawat akan mendarat 1 jam lagi. Aku memasuki WC, membasuh wajahku dengan air yang mengalir keras di keran. Teringat olehku Ryosuka, sedang apa di sekarang? Aku merindukannya.
Setelah membasuh wajahku, aku pergi kembali ke tempat dudukku. Kulihat wajah Souta sudah cerah. Pramugari yang cantik mendatangiku sambil membawakanku sarapan. Aku memakannya, entah kenapa, wajahku tidak bisa ceria. Wajahku malah pucat tidak karuan. Souta akhirnya berkata kepadaku.
“ kalau kamu makan, dengan wajah ceria ya?? Aku tau kamu lagi pikirin Ryosuka, tetapi kamu juga harus bahagia. Gak semua hidup itu tergantung oleh Ryosuka. Ingat, kamu itu pewaris grup. Ok??”
“ Ok. Kamu benar, mungkin juga aku gak usah menikah dengan Ryosuka. Aku gak sanggup menjadi pewaris itu. Ruilah yang pantas.”
“ kamu lebih cantik dari Rui, setauku kamu juga lebih ceria dari Rui, lebih baik dari Rui. Kamu kurang apa lagi???”
“ aku bukan kurang. Tapi aku kekurangan”
“ kekurangan apa??”
“ kekurangan cinta dari Ryosuka.” Kataku. Suasana sempat hening beberapa menit. Souta menatapku dengan mata menandakan kesedihan.
“ kamu gak perlu kaget atau apapun, now and forever, aku akan tetap disisimu. Sebagai ipar.” Kataku.
“ aku gak mau sekedar ipar. Aku mau kamu menjadi istriku.” Kata Souta.
“ Souta? Kamu ngomong apa?? Kamu bergurau” Kataku kaget.
“ seandainya kamu tau, aku yang harus bertunangan dan mempersunting kamu. Bukan Ryosuka. Kalau bukan karena papaku meninggal, kamu sudah menjadi milikku.” Kata Souta.
“ lupakanlah. Itu memang takdir.” Kataku.
“ apa kamu tidak mau meninggalkan grup itu?? Kamukan benci dengan grup itu??? Aku mohon, jadilah manusia biasa dan menjadi milikku.” Kata Souta memgang tanganku. Orang di sekitar kursiku melihatku. Mereka pasti tau aku adalah tunangan Ryosuka.
“ Souta, disini banyak orang. Mereka pasti mengetahui kita. Dan mungkin saja ada paparazzi. Aku mohon lepaskan aku. Ok??” Kataku.
“ jawab pertanyaanku dulu.” Kata Souta.
“ aku tidak mau….” Perkataanku berhenti karena seseorang memotretku dengan keadaan berpegangan tangan dengan Souta. Tetapi, Souta malah memelukku. Aku takut berita ini akan menyebar dan membuat orang tua Ryosuka marah.
“ Souta. Lepaskan aku, kamu tidak sadar ada paparazzi?? Aku mohon lepaskan aku!!!” Aku marah dan melepaskan pelukn Souta. Suaraku yang keras membuat banyak orang menoleh kearahku. Akhirnya aku mengambil Koran dan menutupi wajahku. Aku tidak tau apa yang terjadi di Koran besok.
Pesawat akhirnya mendarat. Aku turun dari pesawat. Ternyata, didepan pesawat ada 5 orang wanita dan laki-laki yang menyambutku. Ternyata itu adalah orang yang ditgaskan untuk menjagaku selama aku di Amerika.
Setelah itu, mereka mengantarku ke apartemen. Membereskan barangku dan membuatkanku cemilan untuk ku santap serta membuatkanku air hangat untuk mandi pagiku. Wow, aku sangat tercengang.
Setelah bersiap-siap, aku berjalan-jalan sampai malam. Aku teringat kembali kejadian di peswat. Karena tidak mau memikirkan macam-macam, aku akhirnya pulang tepat pada pukul 9 malam. Setelah sampai, aku tertidur pulas. Baru kali ini aku tidak memikirkan Ryosuka.
Keesokan harinya, para pelayan menungguku didepan pintu. Aku bingung, setelah kubuka. Koran yang dipegang salah satu pelayan, dihadapkan ke wajahku. Foto itu, Souta dan aku. Apa yang harus kulakukan??? Beberapa saat kemudian, telfon berdering, orang tua Ryosuka menyuruhku segera pulang. Sepertinya aku akan dimarahi.
Setelah perjalanan menuju Tokyo kembali, aku sampai tepat pukul 7 pagi. Begitu kubuka pintu rumah, orang tua Ryosuka berdiri didepan pintu.
“ maafkan aku. Itu semua adalah kesalah pahaman. Aku betul-betul menyesal.” Kataku kepada orang tua Ryosuka.
“ Amika, ingat, sebentar lagi kamu akan menikah. Jangan membuat masalah. Baiklah, keputusan akhirnya terungkap. Lusa, kamu akan menikah dengan Ryosuka. Dan kamu Souta, berhenti bersama Amikalagi.” Kata orang tua Ryosuka.
“ Baik.” Kata Souta singkat.
“ Tapi, Ryosuka akan kembali minggu depan. Bagaimana ini??” Kataku.
“ besok Ryosuka akan pulang. Bersiaplah untuk perkawinan kalian.” Kata orang tua Ryosuka masuk ke dalam rumah kembali.

My Lady(Cerita2)


Cerita 2(Stupid Girl)


Keesokan harinya setelah hari yang aneh itu, aku sangat capek. Aku sepertinya sakit. Aku agak pusing saat terbangun dari tidurku. Aku tidak tau kenapa pelayan wanita masuk ke kamarku dan membawakanku obat. Apa mereka tau aku sakit?? Tapi dari mana mereka tau?
Setelah aku meminum obatku, pelayan itu memintaku untuk tidak pergi ke sekolah. Tetapi, aku menolak. Aku masuk ke toilet dan mandi. Aku tidak mau bolos satu hari meskipun itu sakit. Aku tidak suka. Aku memang perempuan bodoh!!
Setelah mandi dan bersiap-siap. Aku sarapan dan pergi ke sekolah. Sebenarnya saat sarapan tadi, Ryosuka menatapku seakan ada yang aneh, apakah dia mengkhawatirkanku yang sedang sakit??
“ hey, kenapa kamu masuk sekolah kalau kamu sakit??” Tanya Ryosuka.
“ peduli apa kamu?? Kamu hanya peduli dengan Rui kan??” Kataku.
“ jangan memulai pertengkaran.” Katanya mengakhiri pembicaraan.
Akhirnya, aku sampai di sekolah. Setelah aku memasuki ruang kelasku, teman-temanku mendatangiku dan bertanya apakah aku sakit?? Dengan ceria aku menjawab, tidak. Aku tidak sakit.
“ Amika, kamu serius kamu tidak apa-apa??” Tanya Souta.
“ Souta?? Tidak apa-apa, aku hanya lelah.” Jawabku langsung tersenyum.
“ Kamu,, kamu jadikan pergi denganku hari Sabtu??” Tanya Souta.
“ tentu, kenapa tidak??”
“ ehm.. calon istri seorang anak dari pengusaha mau pergi dengan sepupunya?? Apa itu tidak akan menjadi gossip??” Kata sahabatku.
“ bagaimana dengan Ryosuka yang akan pergi dengan Rui hari Sabtu ini??” Kataku menarik tangan Rui yang ada di belakangku dan pergi ke aula tertutup sekolah.
Sesampainya aku dan Rui pergi ke aula sekolah. Aku berbicara serius dengan Rui.
“ Rui, kamu menyukai Ryosuka??” Tanyaku.
“ ia. Aku menyukai dia. Kenapa?? Dia masih pacarku” Kata Rui.
“ kamu taukan bulan depan aku akan menikah dengan Ryosuka. Apa kamu masih jadi pacarnya??” Tanyaku.
“ ia. Kenapa?? Kamu tidak suka?? Dan juga satu hal lagi, kamu tidak pantas menjadi istri Ryosuka.” Kata Rui.
“ aku tau aku gak pantes, aku memang perempuan bodoh!! Tapi salahkan papa kamu yang meninggal. Kamu memang tidak jodoh dengan Ryosuka. Mengerti??” Kataku.
“ kamu memang perempuan bodoh, jadi apa maumu?? Aku jauh dari Ryosuka?? Hari Sabtu ini aku akan keluar dengannya. Aku akan mencium bibirnya.” Kata Rui mendekat ke telingaku.
“ kamu perempuan murahan?? Kamu mau mencium tunangan orang??” Kataku marah.
“ kamu yang perempuan murahan yang dekat dengan Souta, berduaan ditempat sunyi, apa lagi kalau ada sesuatu yang dilakukan??”
“ pikiran dan hati aku bersih, gak kotor seperti kamu” Kataku menunjukknya.
“ oh, lagi pula Ryosuka pasti akan menerima ciuman itu, dia menyukaiku, bukan kamu” Kata Rui balas menunjukku.
“ Rui, tolong, jangan seperti…………” Perkataanku berhenti, saat itu aku jatuh pingsan. Tetapi, aku tak menyadari, Souta datang bersama Ryosuka tetapi, hanya Souta yang menolongku. Ternyata mereka mendengar perkataanku dengan Rui.
“ lepas, biar aku saja yang bawa.” Kata Ryosuka menyuruh Souta. Souta tidak menjawab, dia langsung melepasku dan Ryosuka membawaku pergi ke UKS.
“ dia bahkan tidak melihatku, dia mengganggap aku tidak ada. Kenapa dia tidak menoleh kepadaku?” Kata Rui ke Souta.
“ perkataan kamu membuat Ryosuka membenci dirimu. Menerima ciuman itu karena dia menyukaimu??? Jangan bermimpi, dia tidak akan datang.” Kata Souta.
“ memang bukan?? Memang dia akan menerima ciumanku??” Kata Rui.
“ terserah padamu saja” Kata Souta pergi.
Setelah setengah jam berlalu, aku tersadar. Aku pucat, aku lelah, aku lemas. Aku tidak tau apa yang terjadi. Aku tidak mungkin sakit. Aku tidak mau sakit.
“ makanya, kalau aku bilang gak usah sekolah, ya gak usah” Kata Ryosuka.
“ aku mau datang, karena 1 alasan. Aku mau bertemu dengan Rui” Kataku.
“ kenapa?? Aku juga tidak akan datang hari Sabtu. Ciuman? Dasar perempuan murahan” Kata Ryosuka.
“ apa?? Kamu tidak akan datang??” Kataku.
“ ia,, memangnya kamu pikir aku cowok apa yang mau dicium seenaknya sama cewek??” Kata Ryosuka.
“ tapi biar bagaimanapun aku harus pergi dengan Souta, aku harus berbicara dengannya” Kataku dalam hati.
“ sudah baikan?? Kalau sudah aku akan mengantarmu pulang.” Kata Ryosuka menggendongku.
“ hey,, jangan menggendongku seperti itu, aku bisa jalan” Kataku.
“ diam saja, kamu pikir siapa yang menggendongmu ke UKS?? Kamu pikir badanmu ringan??” Kata Ryosuka. Akupun tersenyum.
Semua orang memandangku dan Ryosuka karena menggendongku. Apalagi Rui dan Souta, mata mereka tajam sekali, aku jadi takut nih.
Setelah sampai dirumah, Ryosuka membaringkanku di tempat tidurku dan dia duduk di sofa sebelah tempat tidurku. Aku tidak berkutik saat itu, aku sedang tertidur. Ryosuka mengambil buku dan membacanya sambil menungguku terbangun. Ryosuka ternyata orangnya baik yah.
Malam pun tiba, aku teringat, hari ini hari Sabtu, aku harus bagaimana?? Sepertinya Ryosuka sedang pergi, akhirnya aku bersiap-siap tanpa diketahui siapa-siapa, setelah itu aku meminta supir untuk mengantarku, karena aku putrid, dia mematuhi perintahku. Aku sempat menelfon Souta, dia ternyata ada di tempat janjian kita berdua.
“ Souta, kamu lama menunggu??” Tanyaku pada Souta.
“ tidak” Jawab Souta
“ Rui?? Apa yang kamu lakukan disini??” Kataku
“ apa kamu bodoh?? Tanya saja Souta, dia yang mengajakku” Kata Rui.
“ bukannya kamu sakit??” Tanya Souta.
“ tidak, aku sudah sembuh. Tapi, kenapa Rui ada di sini??” Tanyaku kepada Souta.
“ aku sudah tau apa yang kamu ingin tanya hari ini. Soal Grup Noromuka kan? Kamu tidak tau kenapa kamu bisa jadi istri Ryosuka??” Tanya Ryosuka.
“ tidak” Jawabku.
“ alasannya, orang tua kamu anggota grup, terutama ibu kamu, kalau aku ayahku. Jika Mama kamu meninggal, kamu tidak akan dijodohkan dengan anak pemimpin grup itu, tetapi Papa aku meninggal. Secara aku lebih tua bebrapa bulan darimu, jadi sebenarnya aku yang dijodohkan dengan Ryosuka, tetapi dia meninggal, jadi aku digantikan olehmu, sepupu aku.” Kata Rui.
“ dan, sebenarnya kalau tidak ada yang meninggal ataupun tidak ada yang tidak setuju, aku yang dijodohkan denganmu.” Kata Souta.
“ kenapa aku harus terlibat?? Semuanya jadi rumit, sebenarnya Ryosuka suka sama Ruikan?” Tanyaku.
“ Ryosuka pernah berpacaran dengan Rui sebelum tunangan, terus papanya meninggal 1 hari sebelum pertunangan. Dan apa kamu sudah lupa dengan wajah Namito?? Itu aku, kamu tau alasan kenapa aku pacaran denganmu saat itu? Karena grup itu.” Kata Souta.
“ tapi,, kalau kamu bilang kamu Namito…..”
“ jangan panggil aku Namito lagi, sekarang namaku Souta.” Kata Souta.
“ aku jadi bingung soal………” perkataanku terporong oleh Rui.
“ sekarang sudah jelas, aku akan pergi sekarang, kalian berdua pulanglah sebelum ada papparazi yang akan datang membuat gossip” Kata Rui.
Akhirnya, aku pulang. Aku diantar oleh Souta. Rui, dia pulang sendiri. Sebenarnya aku ingin pulang sendiri, kasihan Rui, tapi Rui menolaknya. Ya sudah, setelah pulang, baru saja aku turun dari mobil Souta, Ryosuka sudah berdiri di depan pintu rumah mewah yang kita tempati.
“ apa yang kubilang?? Jangan dekati Souta lagi” Kata Ryosuka.
“ aku tidak mendekatinya, ada hal yang penting, lagi pula aku pergi hanya beberapa menit.” Kataku.
“ aku sudah tidak pergi dengan Rui, sekarang kamu?? Kamu yang pergi dengan Souta?? Kamu tau kan, kamu itu sakit!!” Kata Ryosuka agak marah.
“ ya sudah, ini terlanjur, jangan diungkit lagi, aku capek, aku ingin istirahat, besok aku tidak akan sekolah” Kataku masuk ke rumah.
“ Amika! Tunggu, besok, kalau bisa kita ketemuan ditempat biasa” Kata Souta pergi.
“ pastilah bisa”
“ Amika!! Please, jangan pergi dengan Souta lagi” Kata Ryosuka.
“ kenapa?? Sudahlah, kita balas ini besok saja, aku capek.” Kataku masuk ke dalam rumah.
Sebelum tidur, aku teringat perkataan Ryosuka, kenapa dia tidak mengijinkanku bertemu dengan Souta, bukannya kalau aku tidak akan jadi menikah karena ada kabar bahwa aku jalan dengan cowok lain, dia berarti tidak akan menikah denganku, itukan yang dia inginkan. Setelah kupikir-pikir, akhirnya aku tertidur.

Keesokan harinya, aku terbangun, aku sudah jauh lebih baik. Tapi, aku rindu dengan Mamaku. Aku tidak tau harus apa, kalau aku minta izin, pasti mereka melarangku untuk pergi. Apa aku harus kabur lagi?
Setelah bersiap-siap untuk ke sekolah, aku membuka pintu kamarku, kulihat Ryosuka berdiri didepanku. Aku sempat terkaget. Apa yang dia lakukan didepan kamarku pagi hari?? Ini tidak biasanya.
“ apa yang kamu lakukan?? Bukannya aku bisa berjalan sendiri ke mobil??” Kataku.
“ itu, yang kemarin, tentang……”
“ oh,, bukannya kalau aku jalan dengan cowok lain, terus ketahuan, bukannya kita gak akan menikah?? Itukan yang kamu pikirkan” Kataku.
“ tidak, sejujurnya aku menyuakaimu” Kata Ryosuka.
“ apa?? Bukannya kamu suka Rui? Kamukan masih pacaran sama Rui??” Kataku. Tanpa kusadaru, sepertinya pipiku agak merah.
“ aku memang suka Rui, tapi itu dulu, dan aku memang pacaran dengan Rui, tapi aku sudah putuskan hubungan dengannya kemarin malam di telfon” Kata Ryosuka.
“ itu artinya kamu mau menikah denganku bulan depan??” Tanyaku
“ ia, maaf selama ini aku kasar denganmu, semua ini hanya karena aku tidak mau kamu dekat dengan Souta” Kata Ryosuka.
“ oh.. jadi,,……………………… kamu mau ke sekolahkan?? Gak Cuma berdiri didepan pintu doang??” Kataku.
Setelah berangkat ke sekolah, aku tidak sadar, di mobil, aku bersandar di bahu Ryosuka, kulihat supir didepan memandang kita terus dari kaca. Apa mereka tidak pernah melihat kita seperti ini??
Sepertinya, aku sudah sampai di sekolah, tetapi kenapa semua anak mengerumuni mobil yang kunaiki beserta pengikut 3 mobil di belakang???
“ kenapa?? Apa ada yang aneh??” Kataku bertanya kepada mereka.
“ kalian akan menikah bulan depankan??” Tanya mereka kompak.
“ itu bukan urusan kalian.” Kata Ryosuka memegang tanganku dan menarikku masuk ke dalam sekolah, Ryosuka menarikku sampai masuk ke kelas. Aku seperti orang gila ditarik-tarik.
“ wah,, kamu memang STUPID GIRL yah?? Kok maunya ditarik-tarik seperti itu?? Dan kamu mau menikah dengan orang yang hanya memanfaatkan kamu untuk bisa jadi pewaris grup???” Kata Rui.
“ apa?? Memanfaatkan??” Kataku memandang Ryosuka.
“ jangan dengarkan dia, itu tidak benar” Kata Ryosuka.
“ aku salah, aku memang cewek bodoh, kenapa kamu tidak menikah dengan Rui?? Aku tidak suka dimanfaatkan seperti ini Ryosuka!!!!” Kataku berteriak.
“ itu tidak benar!!” Kata Ryosuka.
“ aku akan ngomong dengan orang tuamu untuk tidak menikahkan kita bulan depan!!!” Kataku marah, melepaskan tangan Ryosuka dan berlari keluar dari kelas. Ternyata, Souta mengikutiku dari belakang.



My Lady(Cerita 1)



Namaku Amika, lebih lengkapnya Amika Kitagami. Aku lahir di Jepang. Waktu usiaku 5 tahun, ayahku meninggal. Hanya tersisah aku dan Mamaku, aku ini anak tunggal. Dahulu, disaat aku sedih, ayahku selalu menenangkanku. Aku sangat sayang sama ayah.
Beberapa tahun sudah dilewati, umurku sekarang 12 tahun. Waktu itu, aku belum pernah mempunyai sahabat. Aku hanya menganggap semua temanku hanyalah teman dekat, bukan sahabat. Tapi, saat aku kelas 1 SMP, ada 1 gadis yang dengan bangganya berbicara padaku. Saat itu dia meminta untuk menjadi sahabatku. Karena menurutku dia orangnya asyik, ya sudah, aku mau. Setelah berkenalan, aku tau namanya itu Ritsuka.
Setelah aku berumur 16 tahun, Ritsuka juga sempat mengajakku berkenalan dengan 1 cowok bernama Namito, dia itu sepupunya Ritsuka. Tidak kusangka, dia menyukaiku. Akhirnya aku menyukainya juga dan berpacaran dengannya, mungkin diusiaku yang 16 tahun ini belum bisa pacaran, tapi mau bagaimana?? Cinta itu adalah anugrah.
Waktu itu, setelah 1 minggu aku berpacaran dengan Namito, ibuku berkata kepadaku bahwa aku akan segera dijodohkan, aku harus segera tunangan. Katanya aku akan dijadikan putri di Jepang. Saat itu aku belum tau siapa lelaki yang ingin dinikahkan denganku. Setelah beberapa hari aku tau siapa dia. Namanya Ryosuka Nagumo. Orang Jepang?? Lahir di Jepang?? Asli jepang??? Ya!! Benar. Semua itu benar. Ternyata Ryosuka itu adalah anak dari seorang pemimpin grup kaya atau konglomerat di Jepang. Nama grup itu adalah Grup Noromuka.
Saat itu aku tercengang, ternyata keluargaku ada janji kepada grup mereka, katanya aku akan dijadikan seorang istri pewaris saat usiaku 17 tahun. Apa??? Apa itu tidak terlalu mudah?? Kawin disaat usia 17 tahun?? Bagaimana Nathan?? Apa aku sanggup memutuskannya?? Maafya Namito.
Setelah aku putus dengan Namito, aku bertunangan dengan Ryosuka. Aku harus meninggalkan segala sesuatu yang aku punya, termasuk sahabat. Aku membenci perjodohan ini!!! Seandainya aku ini bisa menjadi manusia biasa, tidak seperti ini. Oh ya Tuhan!! Tolong aku.



Cerita 1(Hari Yang Aneh)


Setelah acara pertunangan itu usai, esok harinya adalah hari aku masuk ke sekolah lagi, aku tidak akan mungkin tau apa yang terjadi hari ini. Kalau mereka membaca berita dikoran bahwa aku bertunangan dengan anak dari seorang pemimpin grup terkaya di Jepang, apa yang akan mereka katakana??? Mungkin saja aku akan merasa malu dan minder. Ditambah lagi, aku tinggal 1 rumah dengan Ryosuka di Jakarta, 1 sekolah dengan Ryosuka dan sekelas dengan Ryosuka ditambah berangkat sekolah 1 mobil dengan Ryosuka. “ apa yang akan mereka katakan jika membaca berita dikoran itu? Aishhh, aku tidak tahan” Kataku merengek. “ Putri, jangan dilayanin aja, biar aja mereka bicara apapun” Kata Ryosuka. “ hey!! Kenapa kamu panggil aku Putri??” Tanyaku. “ peraturan, bukannya kamu harus panggil aku…” “ gak!! Aku akan memanggil dengan sebutan nama saja” Kataku memotong pembicaraan Ryosuka. “ terserah, aku akan melaksanakan peraturan” “ jawab aku!! Kamu gak suka sama aku kan??” “ gak lah, kitakan baru ketemu” Jawab Ryosuka. “ bagus, eh udah nyampe, aku turun ya??” Kataku memegang pintu, tapi tanganku ditarik oleh Ryosuka. “ tidak usah repot-repot, mereka akan membukakan kamu pintu.” Kata Ryosuka. Setelah itu, benar kata Ryosuka, supirnya membukakan aku pintu. Astaga, kapan lagi aku diperlakukan seperti ini?? Setelah turun dari pintu mobil, sepertinya orang-orang melihatku dan Ryosuka. Dalam hatiku aku berkata, apa orang Indo belum pernah lihat aku sama Ryosuka ya?? Kok segitunya?? “ jalan aja” Kata Ryosuka “ hey!!! Jangan menyuruhku juga aku akan jalan!!” Kataku masuk ke dalam sekolah. Setelah aku memasuki kelasku, aku melihat semua teman-temanku melihatku dengan seksama. Aku langsung betreriak. “ HEY!!! Jangan memandangku seperti itu, bisa kan? Apa aku aneh?? Kalau bukan karena janji aku gak akan tunangan dengan Ryosuka.” Kataku berteriak. “ dan kamu, stop memanggilku Tuan putri!!” Kataku menunjuk kearah Ryosuka. Ryosuka terdiam. Karena dia murid baru, semua wanita mendekatinya seperti pangeran. Aku mencoba tidak marah, tapi aku gak bisa, akhirnya aku pergi ke toilet. Kudengar seorang berbisik ke temannya yang tanpa sengaja ku dengar. “ sebenarnya Amika gak pantes jadi tunangan sekaligus istri Ryosuka.” Kata seorang wanita itu. “ betul, Amika itu orangnya aneh, gak kalem, gak dingin, dia asal-asalan, lebih bagus sama sepupunya yang dikabarkan pernah direncanakan tunangan sama Ryosuka. Dia kan kalem, dingin. Cocok” Kata seorang lagi menjawab. Karena aku agak kesal aku keluar dari toilet dan berkata kepada mereka. “ kamu kira aku mau jadi putri dan pewaris grup di Jepang itu?? Kamu pikir aku mau??” Tanyaku. “ eh, kamu pasti mau, diakan orang kaya” “ aku gak suka kamu bicara seperti itu. Orang Jepang kasar ya, sepertinya tidak?? Mungkin hanya kamu berdua yang kasar” Kataku. “ ih, Kitagami kamu jahat ya??” Kata mereka berdua pergi. Astaga, apa yang harus kulakukan? Untuk mereka aku hanya cewek yang bodoh, gak seperti sepupuku, dia adalah cewek yang baik, kalem, cobanya Rui itu sikapnya sama sepertiku. Aku pasti akan bahagia dengan Ryosuka sekarang. Apa lagi Rui 1 sekolah denganku dan Ryosuka. Akan terjadi cinta segitiga nih. Tapi, yang lebih gak enaknya, ternya Ryosuka pernah berpacaran dengan Rui sampai sekarang dan belum putus. Astaga!! Setelah aku berjalan-jalan, aku melihat Rui dan Ryosuka berbicara. Aku tidak tau kenapa aku ingin mendengar, akhirnya aku diam-diam mendengarnya. “ Rui, maafkan aku karena bertunangan dengan Kitagami. Seandainya Mama kamu gak meninggal” Kata Ryosuka. “ gak apa-apa, aku tau, kalau bukan jodoh gak akan bersatu” Kata Rui menjawab. “ seharusnya aku bertunangan denganmu, aku gak mau sama wanita bodoh itu, dia sungguh bodoh.” Kata Ryosuka. “ maukah kamu makan malam denganku Sabtu ini?? Aku belum pernah bisa jalan bersamamu selama aku jadi pacarmu” Kata Rui mengajak. “ tentu, aku akan menemanimu semalaman” Kata Ryosuka memegang tangan Rui. “ aku gak tau kenapa aku menangis, apa mungkin aku mulai menyukaimu??? Aku gak tau, tapi tolong, kamu tunanganku, biar bagaimanapun akan muncul rasa sayang dan suka. Jangan membuatku sakit Ryosuka.” Kataku berbisik. Setelah masuk ke kelas, Ryosuka datang ke kelas sebagai murid baru. Untungnya dia duduk di depanku. Kalau disampingku bisa mati aku. Tapi sepertinya memang cinta segitiga deh, Rui duduk dibelakangku. Astaga!! “ Kitagami!! Lagi pikirin apa??” Tanya sahabat baruku dari keluarga grup itu, namanya Mitsuki Tomoko. “ Kitagami!! Kamu bisuya sekarang?? Kenapa tidak menjawab??” Kata sahabatku yang satu lagi, namanya Nanajima Kushira. “…………… jangan ganggu aku!” Kataku. “ Kitagami” Kata seseorang padaku. “ jangan ganggu aku, aku kan sudah bilang!!” Kataku berteriak. “ Tuan Putri Kitagami!! Saya guru kamu!!” Kata orang itu. Ternyata dia guru aku, mati aku!!. “ eh,, bu guru. Kenapa?? Maaf ya tadi berteriak” Kataku meminta maaf. “ mau dipanggil Tuan Putri Kitagami ya lalu mau menjawab??” Kata Ryosuka berbisik ke aku. “……………..” Bel istrirahat berbunyi, tadinya aku ingin ke kelas designerku, tapi aku melihat seorang teman baikku, laki-laki bernama Souta Naumi. Aku tidak tau dia keluarga grup bagian apa, tapi yang jelas dia keluarga grup terkaya itu. “ Naumi, mau pergi bareng ke kelas designer?” Kataku mengajak. “ tidak.” “ jangan bolos dong” Kataku menarik tangan Souta. “ kenapa kamu peduli sama aku??” “ kamu kan teman aku, waktu pertama masuk, aku belum tau kamu keluarga grup, tapi aku sudah jadi teman baik kamu.” Kataku menjawab. “ ada sesuatu yang kamu harus tau dari aku.” Kata Souta. “ apa??” “ tapi menurutku, nanti saja kamu tau, cepat atau lambat kamu juga akan tau.” Kata Souta kepadaku. “ ok...mungkin memang belum waktunya aku tau.” Kataku. “ kenapa kalian bergandengan tangan??” Kata Ryosuka yang tiba-tiba muncul. “ kalau kamu bisa menghabiskan 1 malam dengan Rui, maka aku bisa menghabiskan 1 hari aku bersama dengan Souta.” Kataku. “ tapi, tapi, tapi kamu tunanganku” “ kamu juga tunanganku” Jawabku. “ kalau kamu dekat dengan sepupuku, maka kita akan digosipkan. Dan bisa-bisa grup akan hancur” “ kalau kamu?? Yang sampai sekarang masih berpacaran sama Rui?? Kamu pikir aku gak marah?? Kalau kamu mau aku jujur. Aku mulai menyukaimu” Kataku menarik tangan Souta dan pergi ke kelas designer. Setelah sampai ke ruang designer, aku terus menggenggam tangan Souta. Aku tidak ingin melepaskannya. “ berjanjilah padaku, setiap aku sedih dan marah, kamu akan selalu menemaniku” Kataku. “ tapi aku bukan tunanganmu” Jawab Souta. “ gak peduli. Kamu teman yang paling bisa mengerti aku” Kataku. “ ok. Kalau sekarang?? Kamukan lagi murung, kamu mau pergi bersamaku??” Ajak Souta. “ apa?? Kabur??” “ ia” kata Souta menarik tanganku pergi dari kelas designer dan membawaku ke tempat sepi. “ apa yang kita perbuat disini??” Tanyaku pada Souta. “ aku akan menjagamu, aku akan bersamamu setiap kali kamu sedih karena Ryosuka. Dan kalau kamu mau, kita pergi Sabtu malam??” Ajak Souta. “ apa boleh?? Apa kita tidak akan dimarahi karena kamu pergi dengan calon kakak ipar??” Tanyaku pada Souta. “ aku akan menanggung semuanya” “ tidak. Aku gak mau kamu menanggung semuanya. Dan, aku mau kita yang menanggungnya.” Kataku. Souta tidak menjawab, hanya tersenyum dan mengajakku untung duduk dan Souta duduk disampingku. Suasana hening, tanpa kusadari, aku berbaring di bahu Souta. Menenangkan diri dan menangis. Mungkin aku sudah sangat mencintai Ryosuka. Secepat inikah aku menyukainya?? “ menangislah, kamu layak menangis.” Kata Souta memegang tanganku. Kupikir ini sudah kelebihan. Aku tidak mungkin berpegangan tangan dengan Souta, tapi biarlah. Aku juga tidak akan tau apa yang terjadi jika malam Sabtu Ryosuka bersama Rui. Mungkin saja mereka akan berciuman, tapi mana mungkin anak 16 tahun bisa melakukannya??? “ Naumi, kenapa bukan kamu saja yang bertunangan denganku?? Kamu lebih perhatian denganku” Kataku. “ mauku juga begitu, tapi…….” “ Kitagami!! Sudah kubilang, menjauhlah dari Naumi. Dan kamu Naumi, berhentilah mencoba merebut Kitagami.” Kata Ryosuka yang muncul secara tiba-tiba lagi. “ kalau aku yang minta kamu menjauh dari Rui?? Kamu bisa?? Kamu mau? Asal kamu tau, hanya Souta yang bisa mengerti aku!! Kenapa aku harus tunangan dan menikah sama kamu?? Kenapa bukan dengan Souta??” Kataku. “ diam!!” kata Ryosuka menarik tanganku. “ lepas!! Aku gak mau, kenapa kamu tidak bersama Rui saja?? Dibandingkan dengan perempuan bodoh sepertiku. Aku bodoh kan?? Kamu tadi yang bilang aku bodoh!!” Kataku membentak. “ aku bilang diam dan pergi bersamaku!!” Kata Ryosuka menarik tanganku. “ lepas!! Lepas!!!! Kamu jahat ya?? Kukira kamu baik, apa yang harus aku lakukan agar aku bukan perempuan bodoh?? Bertingkah dingin layaknya es seperti Rui??” Kataku. “ jadilah dirimu sendiri” Kata Souta. “ Naumi! Diam!! Ini urusanku dengan Kitagami” “ Dan kamu gak pernah memanggilku Amika, kamu hanya memanggil seseorang dengan nama depan, RUI!!!!! Bahkan sepupu kamu yang begitu dekat kamu hanya memanggil Naumi” Kataku. “ kita bicarakan ini dirumah, jangan seperti itu” Kata Ryosuka. “ ok.. tapi biarkan aku bersama Souta beberapa menit, setelah itu aku akan pergi dari tempat ini.” “ gak, kamu pergi sekarang atau aku harus memanggil pelayan dan memaksamu untuk pergi sampai pulang ke rumah???” Katanya “ Ok, ok, ok, kalau begitu kamu juga harus menjauh dari Rui dan bersamaku hari ini” Tanyaku. “ tapi, tapi, tapi, ok asalkan kamu tidak dekat dengan Naumi” “ Naumi??” “ ok.. Souta” Katanya menarik tanganku dan pergi meninggalkan Souta sendiri. “ kapan aku akan mendapatkan Amika??” Kata Souta berbisik. Apa Ryosuka akan tetap pergi hari Sabtu ini?? Kalau dia pergi aku juga akan pergi dengan Souta. Bukannya memanfaatkan Souta, tapi aku ingin membicarakan sesuatu yang penting dengan Souta. Tentang aku, Rui, Ryosuka, dan Souta. Aku ingin tau, apa hubungannya dengan Grup Noromuka?? Sampai-sampai harus menikah. Apa sepenting itu kah? Hari ini adalah hari yang paling aneh untukku. Hari yang sangat sulit untuk dilewati. Sampai kapan juga aku harus menjadi putri?? Sejujurnya aku ingin berhenti, tapi ini bukan kerjaan yang siapapun bisa berhenti. Sendainya aku hanya orang biasa, dan janji apa sampai aku harus menikah dengan Ryosuka? Tapi sejujurnya aku juga menyukai Ryosuka dan menyukai Souta juga. Astaga!! Apa ini disebut cinta segiempat??
Setelah sampai di rumah, aku memulai perdebatan. Aku tidak suka sepupuku dekat dengan tunanganku atau calon suamiku. Akhirnya aku berkata kepada Ryosuka. “ Nagumo, aku mau tanya kamu. Kenapa kamu panggil aku, tunangan kamu dengan nama belakang? Kalau begitu, aku juga akan memanggilmu Nagumo. Aku tidak mau memanggilmu Ryosuka lagi.” Kataku. “ gak penting yang kamu bicarakan” Jawab Ryosuka. “ gak penting?? Kalau hari Sabtu?? Rui?? Itu penting untukku. Aku sudah pernah bilang sama kamu, aku mulai menyuikai kamu” Kataku marah. “ hari Sabtu?? Gak ada apa-apa” Katanya. “ kalau kamu mau tau, aku juga akan pergi dengan Souta Sabtu ini. Dan seandainya kamu juga tau, aku ingin berhenti jadi seorang pewaris untuk grup itu. Kalau bisa aku ingin kabur. Aku ingin membatalkan perkawinan kita!!!” Kataku pergi, tetapi Ryosuka menarik tanganku dan mendudukkanku di sofa dan memelukku. “ lepas aku. Aku gak suka” Kataku ingin melepaskan pelukan. Tetapi, Ryosuka yang kuat menahanku. “ kamu mau orang tuaku melihat kita bertengkar??” Tanya Ryosuka. “ apa?? Orang tua?” Kataku bingung. “ wah… kalian sangat mesrah, saya sangat bangga kepada kalian. Saya tidak rugi” Kata orang tua Ryosuka yang datang. “ eh.. kami tidak…” Kataku melepaskan pelukan Ryosuka. “ ia,, kami belakangan ini sangat dekat. Aku juga akan mengajaknya makan malam hari Sabtu ini” Kata Ryosuka. “ saya berfikir, pernikahan kalian dipercepat saja. 1 bulan kemudian, kalian akan menikah” Kata orang tua Ryosuka. “ apa?? Tidak salah??” Kataku. “ ia.. kami juga sebenarnya ingin berkata itu” Kata ryosuka. Setelah itu, orang tua Ryosuka pergi. Akhirnya aku bertanya kepada Ryosuka. “ apa yang kamu katakan?? Bukankah kamu tidak menyukaiku?? Yang benar saja, apa kamu gila?” Tanyaku. “ diam saja, bukannya kamu senang kalau kita menikah?? Bukannya kamu fikir aku tidak akan dekat dengan Rui lagi,, Amika??” Kata Ryosuka dengan senyum. “ tapi itu terlalu cepat!! Tapi, apa kamu mau pergi denganku Sabtu ini??” Tanyaku. “ tidak. Aku lebih baik dengan Rui pergi” Kata Ryosuka meninggalkanku sendiri. “ AHHHH!!!!! Ini betul hari yang aneh…. Kamu pikir aku bodoh Ryosuka?? Akan ku penggal kepalamu jika kamu orang biasa!!!!!!!!!!!!!” Kataku membentak Ryosuka.