Setelah
Ryosuka kembali, dia tidak mengucapkan kata apapun. Sampai akhirnya aku memulai
percakapan terlebih dahulu. Kupikir, dia sepertinya marah kepadaku karena
Souta, tapi mana mungkin. Dia tidak menyukaiku.
“ Ryosuka, tidak ada apa-apa yang kamu mau katakana padaku?” Kataku
“ tidak.”
“ ingatanku sudah kembali loh karena Souta.” Kataku kembali.
“ selamat.”
“ Ryosuka, kamu kenapa? Kamu marah?”
“ tidak penting.”
“ ok kalau gak penting. Bagaimana di Korea? Enak?” Kataku.
“ Hey, kamu. Jangan menggangguku.” Katanya memarahiku.
“ mungkin, perkawinannya………… akan aku……….. tunda dulu………… sampai kamu………….. tidak…….. marah…… lagi……. denganku.” Kataku menunduk dan akhirnya pergi, tetapi tanganku ditarik oleh Ryosuka. Kemudian, dia mencium bibirku. Setelah beberapa menit, dia melepaskan ciumannya.
“ aku marah karena kamu dengan Souta, aku marah karena kamu tidak pernah menelfonku, aku marah karena kamu tidak menghawatirkanku.” Kata Ryosuka.
“ aku pikir, kamu juga tidak mencintaiku, kamu pergi tanpa bilang kepadaku. Jadi aku juga tidak mau menelfonmu.” Kataku.
“ sekarang, kamu tau, aku mencintaimu.” Kata Ryosuka kembali menciumku.
Tanpa disadari, orang-orang yang ada di rumah, melihatku dengan Ryosuka. Ini adalah momen yang paling indah untukku. Dicium oleh Ryosuka. Serasa ini mimpi. Tetapi, ternyata Souta dan Rui melihat kami juga. Aku tidak tau apa yang dipikirkan mereka. Tapi, dibenakku hanyalah ciuman itu. Oh, indahnya.
Keesokan harinya, hari pernikahanku dengan Ryosuka.berjalan di karpet merah yang indah, dengan bunga-bunga yang berjatuhan. Indahnya. Momen-momen inilah yang kutunggu. Mengucapkan janji perkawinan, kemudian pemasangan cincin,hingga ciuman diakhirnya. Sangat indah.
Keindahan tersebut ternyata tidak untuk Souta dan Rui. selama acara, mereka hanya duduk tanpa senyuman. Saat kupandangi Souta, dia hanya tersenyum terpaksa untuk membuatku bahagia. Sedangkan Rui, ditatap oleh Ryosuka, langsung ceria, bahagia. Tapi setelah tatapan itu hilang, langsung murung kembali. Aku kasihan melihatnya.
Setelah acara perkawinan itu selesai, aku kembali sebagai pasangan yang baru, tapi kalian taulah. Aku tidak seperti orang yang biasanya ber-HoneyMoon, karena sibuk dengan Grup. Seperti biasanya, kembali bersekolah. Tapi ada senangnya juga, aku tidak tidur satu ranjang dengan Ryosuka. Aku tidak bisa membayangkannya kalau hal itu terjadi.
Akhirnya aku kembali ke sekolah. Memakai rok tinggi selutut dengan kaos kaki panjang. Senang rasanya. Tetapi, masih ada gossip-gossip yang membuat hidupku tidak tenang seperti; Amika sepertinya senang sudah menjadi orang kaya; Rui sedang terpaku hatinya karena Amika, Amika memang gak tau malu; Ryosuka ternyata bodoh memilih pasangan; kalau Rui bunuh diri, tuntut saja Amika; dan masih banyak lagi gossip yang menyebar.
Sepeti biasanya, aku duduk dibelakang Ryosuka, tapi Ryosuka malah pindah ke sampingku. Terserah saja. Aku tidak pusing. Rui yang duduk dibelakangku menatapku dengan tatapan tajam.
Setelah jam istirahat berbunyi, Ryosuka yang tidak melihatku merupakan kesempatan untuk Rui. Rui langsung menarik tanganku dan pergi dengan membawaku ke tempat yang sepi, disana hanya ada aku,, Rui,,, dan sepertinya Souta.
“ Rui, apa yang kamu lakukan?” Tanyaku.
“ Amika, aku sepupumu yang baik. Jadi aku sarankan untuk menjauh dari Ryosuka. Kamu ini hanya dimanfaatkan.” Kata Rui.
“ Souta, Rui, jangan seperti itu. Biarkan aku pergi. ini semua takdir.” Kataku.
“ Amika, menjauhlah dari Ryosuka. Aku mohon.” Kata Souta.
“ Souta, apa kata orang tua Ryosuka? Berhentilah mendekatiku.” Kataku.
“ aku akan pergi, tapi kamu harus menerima hadiah dariku.” Kata Souta mendekatiku. Aku tidak bisa berkutik, tanganku ditahan oleh Rui.
“ Souta!! Rui!!” Kata Ryosuka berteriak dari ujung pintu lalu berlari untuk menolongku. Ryosuka menarik tanganku. Akhirnya aku ada di pelukan Ryosuka.
“ Rui, kamu maunya apa? Dan kamu Souta, dia sudah menjadi istriku. Mengerti?” Kata Ryosuka.
“ Aku mau kamu menjadi milikku.” Kata Rui.
“ Aku mau Amika, menjadi istriku.” Kata Souta.
“ gak akan bisa.” Kata Ryosuka pergi denganku untuk kembali ke kelas dengan wajah tersenyum-senyum.
Akhirnya Ryosuka bersama dengan Amika sedangkan Rui dan Souta hanya bisa merasakan sakit hati yang mendalam.
~TAMAT~
“ Ryosuka, tidak ada apa-apa yang kamu mau katakana padaku?” Kataku
“ tidak.”
“ ingatanku sudah kembali loh karena Souta.” Kataku kembali.
“ selamat.”
“ Ryosuka, kamu kenapa? Kamu marah?”
“ tidak penting.”
“ ok kalau gak penting. Bagaimana di Korea? Enak?” Kataku.
“ Hey, kamu. Jangan menggangguku.” Katanya memarahiku.
“ mungkin, perkawinannya………… akan aku……….. tunda dulu………… sampai kamu………….. tidak…….. marah…… lagi……. denganku.” Kataku menunduk dan akhirnya pergi, tetapi tanganku ditarik oleh Ryosuka. Kemudian, dia mencium bibirku. Setelah beberapa menit, dia melepaskan ciumannya.
“ aku marah karena kamu dengan Souta, aku marah karena kamu tidak pernah menelfonku, aku marah karena kamu tidak menghawatirkanku.” Kata Ryosuka.
“ aku pikir, kamu juga tidak mencintaiku, kamu pergi tanpa bilang kepadaku. Jadi aku juga tidak mau menelfonmu.” Kataku.
“ sekarang, kamu tau, aku mencintaimu.” Kata Ryosuka kembali menciumku.
Tanpa disadari, orang-orang yang ada di rumah, melihatku dengan Ryosuka. Ini adalah momen yang paling indah untukku. Dicium oleh Ryosuka. Serasa ini mimpi. Tetapi, ternyata Souta dan Rui melihat kami juga. Aku tidak tau apa yang dipikirkan mereka. Tapi, dibenakku hanyalah ciuman itu. Oh, indahnya.
Keesokan harinya, hari pernikahanku dengan Ryosuka.berjalan di karpet merah yang indah, dengan bunga-bunga yang berjatuhan. Indahnya. Momen-momen inilah yang kutunggu. Mengucapkan janji perkawinan, kemudian pemasangan cincin,hingga ciuman diakhirnya. Sangat indah.
Keindahan tersebut ternyata tidak untuk Souta dan Rui. selama acara, mereka hanya duduk tanpa senyuman. Saat kupandangi Souta, dia hanya tersenyum terpaksa untuk membuatku bahagia. Sedangkan Rui, ditatap oleh Ryosuka, langsung ceria, bahagia. Tapi setelah tatapan itu hilang, langsung murung kembali. Aku kasihan melihatnya.
Setelah acara perkawinan itu selesai, aku kembali sebagai pasangan yang baru, tapi kalian taulah. Aku tidak seperti orang yang biasanya ber-HoneyMoon, karena sibuk dengan Grup. Seperti biasanya, kembali bersekolah. Tapi ada senangnya juga, aku tidak tidur satu ranjang dengan Ryosuka. Aku tidak bisa membayangkannya kalau hal itu terjadi.
Akhirnya aku kembali ke sekolah. Memakai rok tinggi selutut dengan kaos kaki panjang. Senang rasanya. Tetapi, masih ada gossip-gossip yang membuat hidupku tidak tenang seperti; Amika sepertinya senang sudah menjadi orang kaya; Rui sedang terpaku hatinya karena Amika, Amika memang gak tau malu; Ryosuka ternyata bodoh memilih pasangan; kalau Rui bunuh diri, tuntut saja Amika; dan masih banyak lagi gossip yang menyebar.
Sepeti biasanya, aku duduk dibelakang Ryosuka, tapi Ryosuka malah pindah ke sampingku. Terserah saja. Aku tidak pusing. Rui yang duduk dibelakangku menatapku dengan tatapan tajam.
Setelah jam istirahat berbunyi, Ryosuka yang tidak melihatku merupakan kesempatan untuk Rui. Rui langsung menarik tanganku dan pergi dengan membawaku ke tempat yang sepi, disana hanya ada aku,, Rui,,, dan sepertinya Souta.
“ Rui, apa yang kamu lakukan?” Tanyaku.
“ Amika, aku sepupumu yang baik. Jadi aku sarankan untuk menjauh dari Ryosuka. Kamu ini hanya dimanfaatkan.” Kata Rui.
“ Souta, Rui, jangan seperti itu. Biarkan aku pergi. ini semua takdir.” Kataku.
“ Amika, menjauhlah dari Ryosuka. Aku mohon.” Kata Souta.
“ Souta, apa kata orang tua Ryosuka? Berhentilah mendekatiku.” Kataku.
“ aku akan pergi, tapi kamu harus menerima hadiah dariku.” Kata Souta mendekatiku. Aku tidak bisa berkutik, tanganku ditahan oleh Rui.
“ Souta!! Rui!!” Kata Ryosuka berteriak dari ujung pintu lalu berlari untuk menolongku. Ryosuka menarik tanganku. Akhirnya aku ada di pelukan Ryosuka.
“ Rui, kamu maunya apa? Dan kamu Souta, dia sudah menjadi istriku. Mengerti?” Kata Ryosuka.
“ Aku mau kamu menjadi milikku.” Kata Rui.
“ Aku mau Amika, menjadi istriku.” Kata Souta.
“ gak akan bisa.” Kata Ryosuka pergi denganku untuk kembali ke kelas dengan wajah tersenyum-senyum.
Akhirnya Ryosuka bersama dengan Amika sedangkan Rui dan Souta hanya bisa merasakan sakit hati yang mendalam.
~TAMAT~
Ini adalah hasil karya Sahabatq,jadi mohon komentarnya ya ^^
~God Bless You~



